Standar Nasional Pendidikan sebagai Acuan Mutu Pendidikan
Acuan
mutu yang digunakan untuk pencapaian atau pemenuhan mutu pendidikan pada satuan
pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan standar-standar lain
yang disepakati oleh kelompok masyarakat. Standar nasional pendidikan adalah
standar yang dibuat oleh pemerintah, sedangkan standar lain adalah standar yang
dibuat oleh satuan pendidikan dan/atau lembaga lain yang dijadikan acuan oleh
satuan pendidikan. Standar-standar lain yang disepakati oleh kelompok
masyarakat digunakan setelah SNP dipenuhi oleh satuan pendidikan sesuai dengan
kekhasan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
SNP
sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan dan peraturan perundangan lain yang relevan yaitu
kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara
Kesatuan Republik Indonesia. SNP dipenuhi oleh satuan atau program pendidikan
dan penyelenggara satuan atau program pendidikan secara sistematis dan bertahap
dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan
atau program pendidikan.
Terdapat
delapan SNP yaitu:
1.
Standar Isi
2.
Standar Proses
3.
Standar Kompetensi Lulusan
4.
Standar Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5.
Standar Sarana dan Prasarana
6.
Standar Pengelolaan
7.
Standar Pembiayaan
8.
Standar Penilaian
Delapan
SNP di atas memiliki keterkaitan satu sama lain dan sebagian standar menjadi
prasyarat bagi pemenuhan standar yang lainnya. Dalam kerangka sistem, komponen
input sistem pemenuhan SNP adalah Standar Kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (PTK), Standar Pengelolaan, Standar Sarana dan Prasarana
(Sarpras), dan Standar Pembiayaan. Bagian yang termasuk pada komponen proses
adalah Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Evaluasi, sedangkan bagian yang
termasuk pada komponen output adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Berikut
ini disajikan kaitan antara SNP.
Setiap
standar memiliki indikator ketercapaiannya dan setiap indikator merupakan acuan
mutu pendidikan di Indonesia. Berikut ini adalah daftar indikator pemenuhan
standar sebagai acuan mutu yang harus diupayakan dipenuhi oleh setiap sekolah
di berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
TABEL KOMPONEN, SUB-KOMPONEN
DAN INDIKATOR
PEMENUHAN STANDAR NASIONAL
PENDIDIKAN (SNP)
1.
STANDAR
ISI
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1
|
Kerangka dasar, dan
struktur kurikulum
|
1.1. Pengembangan
kurikulum
|
1.1.1
Sekolah melaksanakan
pengembangan kurikulum dengan melibatkan unsur guru, konselor, kepala
sekolah, komite sekolah, dan nara sumber, dan pihak-pihak lain yang terkait.
|
|
|
|
|
1.1.2
Sekolah, mengembangkan
kurikulum berdasarkan acuan dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dalam
Standar Isi.
|
|
|
|
1.2
Struktur kurikulum
|
1.2.1
Kurikulum sekolah mencakup
kelima kelompok mata pelajaran dengan karakteristiknya masing-masing sesuai
dengan Standar Isi.
|
|
|
|
1.3. Beban belajar
|
1.3.1.
Sekolah menerapkan beban
belajar sesuai dengan Standar Isi
|
|
|
|
1.4. Muatan Lokal
|
1.4.1
Kurikulum sekolah dibuat
dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi
budaya, dan usia peserta didik.
|
|
2.
|
Pengembangan diri peserta
didik
|
2.1
Layanan bimbingan dan
konseling
|
2.1.1
Sekolah melakukan kegiatan
pelayanan konseling yang diperuntukkan bagi semua peserta didik yang
berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan
pengembangan karier peserta.didik
|
|
|
|
|
2.1.2
Sekolah melaksanakan
kegiatan BK secara terprogram, yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi, dan tindak lanjut.
|
|
|
|
2.2
Kegiatan ekstra kurikuler
|
2.2.1
Sekolah melaksanakan
kegiatan ekstra kurikuler secara terprogram, yang meliputi: perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.
|
|
|
|
|
2.2.2
Sekolah melaksanakan kegiatan
ekstra kurikuler bagi semua siswa sesuai dengan minat dan bakat dan kondisi
sekolah
|
2.
STANDAR
PROSES
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1.
|
Perencanaan
|
1.1.
Kualitas silabus
|
1.1.1
Kegiatan untuk merencanakan pembelajaan
1.1.2 Kepemilikan silabus
1.1.3 Komponen silabus
1.1.4
Keterkaitan antar komponen dalam silabus
|
|
|
|
1.2 Kualitas RPP
|
1.2.1 Kepemilikan RPP
1.2.2 Komponen
RPP
1. 2.3
Keterkaitan antar komponen RPP
1.2.4
Keterkaitan RPP dengan silabus
1.2.5
Kelayakan kegiatan pembelajaran
|
|
|
|
1.3 Sumber Belajar
|
1.3.1
Ketersedian buku teks, buku panduan, sumber belajar lain
1.3.2
Pemanfaatan buku teks, buku panduan, sumber belajar lain
|
|
2.
|
Pelaksanaan Pembelajaran
|
2.1
Kualitas Pengelolaan kelas
|
2.1.1 Pengelolaan kelas
|
|
|
|
2.2
Pelaksanaan Pembelajaran
|
2.2.1
Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan RPP untuk pendahuluan
2.2.2
Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan RPP untuk inti
2.2.3
Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan RPP untuk penutup
|
|
3
|
Pemantauan, Pengawasan, dan Evaluasi
|
3.1
Pelaksanaaan Pemantauan, Pengawasan, dan Evaluasi
|
3.1.1
Pelaksanaan Pemantauan, Pengawasan, dan Evaluasi (persiapan, proses,
penilaian)
3.1.2Tindak Lanjut
|
3.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1
|
Cerdas, berpengetahuan,
berkepribadian, berakhlak mulia, serta siap hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut
|
1.1
Percaya diri dan
bertanggung
|
1.1.1 Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk
menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab
|
|
|
|
1.2
Biasa berbagai sumber
belajar
|
1.2.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari
informasi/ pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
|
|
|
|
1.3
Berprestasi
|
1.3.1 Sekolah
memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan tingkat kelulusan dan rata-rata nilai US/UN yang
tinggi
|
|
|
|
1.4
Produktif dan bertanggung
jawab
|
1.4.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar untuk mengenal pemanfaatan lingkungan secara
produktif dan bertanggung jawab
|
|
|
|
1.5
Biasa hidup bersih, sehat,
bugar, aman, dan sportif
|
1.5.1 Siswa memperoleh
pengalaman belajar yang menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar dan
aman
|
|
|
|
1.6
Siap melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih
|
1.6.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar agar mampu menguasai pengetahuan untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
|
|
|
|
1.7
Berkomunikasi secara
efektif dan santun
|
1.7.1 Siswa
memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara
efektif dan santun
|
|
2
|
Beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia
|
2.1
Melaksanakan ajaran agama
|
2.1.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar untuk melaksanakan ajaran agama dan akhlak
mulia
|
|
|
|
2.2
Berakhlak mulia
|
2.2.1 Siswa
memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik setelah belajar akhlak
mulia sesuai ajaran agama yang dianutnya
|
|
3
|
Memiliki rasa kebangsaan
dan cinta tanah air
|
3.1
Menghargai keberagaman
|
3.1.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa,
suku, ras, dan golongan sosial ekonomi.
|
|
|
|
3.2
Menegakkan aturan
|
3.2.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan
aturan-aturan sosial.
|
|
|
|
3.3
Bekerjasama dan
tolong-menolong
|
3.3.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar bekerjasama dalam kelompok, tolong-menolong dan
menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya (hanya untuk
SD).
|
|
|
|
3.4
Berpartisipasi siswa dalam
kehidupan bermasyarakat
|
3.4.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam
wadah NKRI.
|
|
|
|
3.5
Cinta dan bangga terhadap
bangsa, negara dan tanah air Indonesia
|
3.5.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar yang dapat menunjukkan kecintaan dan kebanggaan
terhadap bangsa, negara dan tanah air Indonesia.
|
|
4
|
Berfikir logis dan
analisis
|
4.1
Belajar iptek secara
efektif
|
4.1.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar iptek secara efektif.
|
|
|
|
4.2
Mengenali dan menganalisis
gejala alam dan social
|
4.2.1 Siswa
memperoleh pengalaman belajar untukmengenali dan menganalisis gejala alam dan
sosial.
|
|
5
|
Memiliki rasa seni dan
memahami budaya
|
5.1
Mengekspresikan seni dan
budaya
|
5.1.1 Siswa
memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
|
|
6
|
Sehat jasmani dan rohani
serta sportif
|
6.1
Bugaran jasmani serta hidup sehat
|
6.1.1
Mengembangkan dan memelihara kebugaran jasmani serta pola hidup sehat
|
|
|
|
6.2
Menjaga tubuh serta
lingkungan
|
6.2.1 Siswa
memahami perawatan tubuh serta lingkungan, mengenal berbagai penyakit dan
cara pencegahannya serta menjauhi narkoba
|
4.
STANDAR KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PTK)
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1
|
Guru
|
1.1 Kualifikasi guru
|
1.1.1 Guru mempunyai kualifikasi
minimal
|
|
|
|
|
1.1.2. Jumlah guru memenuhi persyaratan minimal
|
|
|
|
1.2 Kompetensi guru
|
1.2.1 Guru mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan
|
|
2
|
Tenaga kependidikan
|
2.1
Kualifikasi tenaga kependidikan
|
2.1.1 Kepala sekolah mempunyai kualifikasi
pendidikan minimal
|
|
|
|
|
2.1.2 Tenaga administrasi mempunyai kualifikasi
pendidikan minimal
|
|
|
|
|
2.1.3 Tenaga perpustakaan mempunyai kualifikasi
pendidikan minimal
|
|
|
|
|
2.1.4 Sekolah mempunyai
penjaga sekolah
|
|
|
|
2.2 Kompetensi tenaga kependidikan
|
2.2.1
Kepala sekolah mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan
|
|
|
|
|
2.2.2 Tenaga perpustakaan mempunyai kompetensi
yang dipersyaratkan
|
5.
STANDAR SARANA PRASARANA
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1
|
Lahan
|
1.1 Luas lahan m2/Siswa, Jumlah
Rombongan belajar, Siswa, Guru
|
1.1.1 Luas lahan sekolah
sesuai dengan SNP
|
|
2
|
Ruang Kelas
|
2.1 Perabot yang dimiliki
ruang kelas
|
2.1.1 Perabot yang dimiliki ruang kelas sesuai dengan
SNP
|
|
3
|
Kondisi ruang kelas
|
3.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang kelas untuk belajar
|
3.1.1 Kelayakan/kenyaman ruang kelas untuk belajar
|
|
4
|
Ruang Perpustakaan
|
4.1 Buku perpustakaan
|
4.1.1 Buku perpustakaan sesuai dengan standar yang
berlaku
|
|
5
|
Perabotan perpustakaan
|
5.1 Ketersediaan peralatan
multimedia
|
5.1.1 Ketersediaan peralatan multimedia di ruang
perpustakaan
|
|
6
|
Kondisi ruang perpustakaan
|
6.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang perpustakaan untuk belajar
|
6.1.1 Kelayakan/kenyamanan ruang perpustakaan untuk
belajar
|
|
7
|
Laboratorium/ Bengkel
|
7.1 Peralatan pendidikan
di laboratorium IPA
|
7.1.1 Peralatan pendidikan di laboratorium IPA lengkap
|
|
|
|
7.2 Peralatan pendidikan
di laboratorium Fisika
|
7.2.1 Peralatan pendidikan di laboratorium Fisika
lengkap
|
|
|
|
7.3 Peralatan pendidikan
di laboratorium Kimia
|
7.3.1 Peralatan pendidikan di laboratorium kimia
lengkap
|
|
|
|
7.4 Peralatan pendidikan
di laboratorium Biologi
|
7.4.1 Peralatan pendidikan di laboratorium biologi
lengkap
|
|
|
|
7.5 Peralatan pendidikan
di laboratorium Bahasa
|
7.5.1 Peralatan pendidikan di laboratorium bahas
lengkap
|
|
|
|
7.6 Peralatan pendidikan
di laboratorium IPS
|
7.6.1 Peralatan pendidikan di laboratorium IPS lengkap
|
|
|
|
7.7 Peralatan pendidikan
di laboratorium TIK
|
7.7.1 Peralatan pendidikan di laboratorium TIK lengkap
|
|
|
|
7.8 Peralatan kerja di ruang bengkel
|
7.8.1 Peralatan kerja di ruang bengkel lengkap
|
|
8
|
Ruang Kerja Pimpinan
|
8.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang kerja pimpinan
|
8.1.1 Kelayakan ruang kerja
pimpinan
|
|
|
|
8.2 Kelengkapan sarana ruang kerja pimpinan
|
8.1.2 Kelengkapan sarana
ruang kerja pimpinan
|
|
9
|
Ruang Kerja Guru
|
9.1 Kelayakan/kenyamanan ruang kerja guru
|
9.1.1 Kelayakan ruang kerja
guru
|
|
|
|
9.2 Kelengkapan sarana kerja guru
|
9.2.1 Kelengkapan saran
ruang kerja guru
|
|
10
|
Tempat Ibadah
|
10.1 Kelayakan/kenyamanan ruang ibadah
|
10.1.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang ibadah
|
|
|
|
10.2 Kelengkapan sarana ruang ibadah
|
10.2.1 Kelengkapan sarana
ruang ibadah
|
|
11
|
Ruang Jamban
|
11.1 Kelayakan/kenyamanan
jamban
|
11.1.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang jamban
|
|
|
|
11.2 Kelengkapan sarana jamban
|
11.2.1 Kelengkapan sarana
jamban
|
|
12
|
Ruang UKS
|
12.1 Kelayakan/kenyamanan ruang UKS
|
12.1.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang UKS
|
|
|
|
12.2 Kelengkapan sarana ruang UKS
|
12.2.1 Kelengkapan sarana
ruang UKS
|
|
13
|
Ruang Konseling
|
13.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang konseling
|
13.1.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang konseling
|
|
|
|
13.2 Kelengkapan sarana konseling
|
13.2.1 Kelengkapan sarana
ruang konseling
|
|
14
|
Tempat bermain/OR
|
14.1 Kelayakan/kenyamanan
tempat bermain/OR
|
14.1.1 Kelayakan/kenyamanan tempat bermain/OR
|
|
|
|
14.2 Kelengkapan sarana tempat bermain/OR
|
14.2.1 Kelengkapan sarana
tempat bermain/OR
|
|
15
|
Ruang Sirkulasi
|
15.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang sirkulasi
|
15.1.1 Kelayakan/kenyamanan
ruang sirkulasi
|
|
|
|
15.2 Kelengkapan sarana ruang
sirkulasi/penghubung antar bangunan
|
15.2.1 Kelengkapan sarana
ruang sirkulasi
|
|
16
|
Pencemaran
|
16.1 Pencemaran lingkungan
|
16.1.1 Pencemaran
lingkungan
|
|
|
|
16.2 Kelengkapan sarana drainase, pembungan
limbah, perindang
|
16.2.1 Kelengkapan sarana drainase, pembuangan
limbah, pepohonan (perindang)
|
6.
STANDAR PENGELOLAAN
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1
|
Perencanaan
Program
|
1.1
Sosialisasi visi, misi dan tujuan sekolah
|
1.1.1
Sosialisasi visi, misi dan tujuan sekolah dilakukan kepada semua warga
sekolah.
|
|
|
|
|
1.1.2
Warga sekolah memahami visi, misi dan
tujuan sekolah
|
|
|
|
|
1.1.3
Sosialisasi KTSP sekolah dilakukan kepada semua warga sekolah
|
|
|
|
1.2 Kepemilikan rencana kerja
sekolah
|
1.2.1
Sekolah memiliki dokumen rencana kerja sekolah dalam bentuk RKS (Rencana
Kerja Sekolah 4-tahunan) dan RKA-S (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)
atau rencana kerja tahunan)
|
|
|
|
|
1.2.2
Penyusunan rencana kerja sekolah (RKS) memperhatikan pertimbangan Komite
Sekolah, disetujui oleh Dewan Pendidik, dan disahkan berlakunya oleh Dinas
Pendidikan kab/kota atau oleh penyelenggara sekolah bagi sekolah swasta
|
|
|
|
|
1.2.3
Rencana kerja sekolah mendukung pengembangan karir guru
|
|
|
|
1.3 Program peningkatan mutu
sekolah
|
1.3.1
Sekolah melaksanakan program
peningkatan mutu sekolah
|
|
|
|
|
1.3.2
Penyusunan program peningkatan mutu sekolah mendasarkan pada: hasil evaluasi
diri, hasil akreditasi sekolah, dan hasil kelulusan siswa.
|
|
2
|
Pelaksanaan
Rencana Kerja
|
2.1 Realisasi visi dan misi
ke dalam rencana kerja sekolah
|
2.1.1
Sekolah merealisasikan visi dan misi ke dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran, pengelolaan PTK, dan Pelaksanaan kegiatan kesiswaan.
|
|
|
|
2.2 Sekolah menyusun pedoman
pengelolaan sekolah
|
2.2.1 Sekolah menyusun
pedoman-pedoman pengelolaan
sekolah
|
|
|
|
2.3 Sekolah menciptakan
lingkungan yg kondusif untuk kegiatan pembelajaran
|
2.3.1
Budaya dan lingkungan sekolah kondusif untuk pembelajaran.
|
|
|
|
2.4
Sekolah menyediakan akses laporan pengelolaan
keuangan sekolah secara transparan dan akuntabel
|
2.4.1
Warga sekolah dapat mengakses laporan pengelolaan
keuangan sekolah secara transparan dan akuntabel
|
|
|
|
2.5 Sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain
|
2.5.1
Sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain untuk mendukung implementasi rencana kerja
sekolah
|
|
3
|
Pengawasan
dan Evaluasi
|
3.1
Sekolah melakukan evaluasi rencana kerja sekolah 2 kali setahun
|
3.1.1
Sekolah melakukan evaluasi rencana kerja sekolah minimal 1 kali per tahun
|
|
|
|
|
3.1.2
Program supervisi dan evaluasi
meliputi: pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut
|
|
|
|
3.2
Sekolah melakukan sosialisasi hasil
pelaksanaan program sekolah
|
3.2.1
Sekolah mensosialisasikan laporan hasil pelaksanaan program sekolah
|
|
|
|
|
3.2.2
Sekolah melakukan tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan program/kegiatan
sekolah.
|
|
|
|
3.3
Kepala sekolah melakukan evaluasi pendayagunaan pendidik
|
3.3.1
Sekolah melakukan evaluasi pendayagunaan pendidik pada setiap akhir semester
|
|
|
|
|
3.3.2
Sekolah melakukan evaluasi pendayagunaan tenaga kependidikan pada setiap
akhir semester
|
|
|
|
3.4
Sekolah sudah melakukan akreditasi sesuai dengan peraturan yang berlaku
|
3.4.1
Sekolah mengikuti akreditasi oleh BAN-SM untuk menentukan status akreditasi
sekolah
|
|
|
|
3.5
Pelibatan /Partisipasi Warga sekolah
|
3.5.1
Guru dilibatkan dalam perumusan visi, misi dan tujuan, serta penyusunan
rencana kerja sekolah.
|
|
|
|
3.6
Kepala sekolah menerapkan kepemimpinan yang efektif
|
3.6.1
Sesuai kompetensinya kepala sekolah dapat dijadikan teladan bagi semua warga
sekolah
|
|
|
|
|
3.6.2
Kepemimpinan sekolah mampu menerapkan cirri-ciri kepemimpinan yang efektif.
|
|
4
|
Sistem informasi manajemen
|
4.1 Sekolah menerapkan sistem
informasi manajemen
yang mudah diakses olehwarga sekolah
|
4.1.1
Warga sekolah, mudah mengakses informasi dan pengaduan terkait dengan
pengelolaan sekolah.
|
7.
STANDAR
PEMBIAYAAN
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1
|
Penyusunan
Program Pembiayaan
|
1.2.
RAPBS dan
RAKS disusun bersama-sama dengan Komite Sekolah dan mempertimbangkan
kemampuan ekonomi orang tua siswa
|
1.2.1.
Ada unsur masyarakat yang berpartisipasi
dalam rapat penetapan besaran pembiayaan yang harus ditanggung oleh orang tua
murid
|
|
2
|
Penetapan
besaran biaya operasi nonpersonalia, ATS dan BAHP
|
2.1.
Besaran
Standar Biaya Operasi Nonpersonalia
|
2.1.1.
Besaran
biaya operasi nonpersonalia dihitung berdasarkan standar biaya per sekolah/program keahlian
|
|
|
|
|
2.1.2.
Besaran
biaya operasi nonpersonalia dihitung berdasarkan standar biaya per rombongan belajar
|
|
|
|
|
2.1.3.
Besaran
biaya operasi nonpersonalia dihitung berdasarkan standar biaya per peserta didik
|
|
|
|
|
2.1.4.
Sekolah
menghitung besaran persentase minimum biaya ATS berdasarkan standar pembiayaan
|
|
|
|
|
2.1.5.
Sekolah
menghitung besaran persentase minimum biaya BAHP berdasarkan standar
pembiayaan
|
|
|
|
2.2.
Realisasi
Besaran Pembiayaan selain Operasi
Nonpersonalia, ATS dan BAHP
|
2.2.1.
Sekolah
menghitung besaran biaya operasi selain
biaya operasi nonpersonalia,
ATS dan BAHP
|
|
|
|
2.3.
Realisasi
Pengelolaan Pembiayaan Operasi Nonpersonalia
|
2.3.1.
Kemudahan mengakses dokumen pengelolaan pembiayaan
sekolah
|
|
|
|
2.4.
Realisasi
Perolehan Dana Pembiayaan Sekolah
|
2.4.1.
Besaran peroleh dana yang
berrsumber dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota,
orang tua siswa, dan masyarakat
|
|
3
|
Pelaporan
Pengelolaan Program Pembiayaan
|
3.1.
Dokumen
Laporan Pembiayaan Operasi Nonpersonalia
|
3.1.1. Sekolah menyusun laporan pengelolaan
pembiayaan
|
|
|
|
|
3.1.2. Kemudahan akses terhadap laporan
pengelolaan keuangan
|
8.
STANDAR
PENILAIAN
|
No
|
Komponen
|
Sub Komponen
|
Indikator Esensial
|
|
1
|
Teknik, mekanismedanprosedurpenilaian
|
1.1.
Teknik-teknik penilaian
|
1.1.1.Guru
membuatrancanganpenilaian yang menggunakanberbagaiteknikpenilaian,
misaltesuntukprestasibelajar,
pengamatanuntukperilaku, lembarpenilaianuntuk
proses pencapaiankompetensi
|
|
|
|
1.2.
Prosedurpenillaian
|
1.2.1.Guru
menyusuninstrumen yang memenuhisyaratsubstansi, konstruksi, danbahasa
|
|
|
|
|
1.2.2.Satuan
pendidikanmelakukanvaliditas empiric terhadap instrument penilaian
|
|
|
|
|
1.2.3.
Satuanpendidikanmemilikiinstrumen yang berkualitas
|
|
2
|
Pelaksanaanpenilaian
|
2.1.
Penilaianolehpendidik
|
2.1.1.
Siswamenerimainformasihasilulanganharian
|
|
|
|
|
2.1.2.Gurumenyampaikanhasilpenilaianakhirkepadapesertadidikdalambentuksatunilaidisertaideskripsi
|
|
|
|
|
2.1.3.Gurumemberikanremidipadasiswa yang belummencapai KKM
|
|
|
|
|
2.1.4.Guru
menggunakanberbagaiteknikpenilaianuntukmenilaihasilbelajarkognitif,
keterampilan, danafektif
|
|
|
|
|
2.1.5.Guru
menggunakanberbagaiteknikuntukmenilaihasilbelajarkognitifsiswa
|
|
|
|
|
2.1.6.Guru
mengolah/
menganalisishasilpenilaianuntukmengetahuikemajuandankesulitanbelajarsiswa
|
|
|
|
|
2.1.7. Guru memanfaatkanhasilpenilaian
|
|
|
|
|
2.1.8.Setiap
akhir semester, guru melaporkanhasilpenilaian
|
|
|
|
|
2.1.9.Guru
melaporkanhasilpenilaianakhlakkepada guru agama
|
|
|
|
|
2.1.10.Guru
melaporkanhasilpenilaiankepribadiankepada guru PKN
|
|
|
|
2.2. Penilaianolehsekolah
|
2.2.1.
Satuanpendidikanmengadakanrapatdewan guru
untukmenentukannilaiakhirpesertadidik (termasukkenaikankelasdankelulusan)
|
|
|
|
|
2.2.2.Satuan
pendidikanmelaksanakan: kriteriakenaikankelas,
KKM
|
|
|
|
|
2.2.3.
Satuanpendidikanmelaporkanhasilpenilaiansetiapakhir semester
kepadasemuaorangtua/walisiswa.
|
|
|
|
2.3. PenilaianolehPemerintah
|
2.3.1.Satuan
pendidikanmemanfatkanhasil UN untukseleksimasuk,
|
|
|
|
|
2.3.2.
Satuanpendidikanmemiliki rata-rata UN
setinggi UN SSN
|
|
|
|
|
2.3.3.
Satuanpendidikanmemanfaatkanhasilanalisisdayaserap
|
|
3
|
Pemantauanpenilaian yang berkualitas dan tindak
lanjutnya
|
3.1.Pemantauan penilaian yang berkualitas
|
3.1.1.Pemantauan terahadapkualitassoal
|
|
|
|
|
3.1.2.Pemantauan terhadappelaksanaanujian
|
Satuan
atau program pendidikan yang telah memenuhi SNP, dapat mengembangkan standar
yang lebih tinggi lagi yaitu berupa:
1.
Standar mutu di atas SNP yang dapat diadopsi dan/atau
diadaptasi dari standar internasional.
2.
Standar mutu di atas SNP yang berbasis pada keunggulan
dan spesifikasi tertentu.